Pesan

Propinsi Riau Siaga Ganoderma

Posted by in Berita, Ganoderma

[www.rizkiagro.com] - Propinsi Riau Siaga Ganoderma

PROPINSI DENGAN LUAS KEBUN SAWIT 2,2 JUTA HA INI ADALAH KEBUN SAWIT TERTUA SETELAH SUMATERA UTARA YANG HARUS MULAI WASPADA TERHADAP ANCAMAN JAMUR PATOGEN GANODERMA YANG SANGAT MEMATIKAN

Propinsi Riau pada saat ini masih menempati urutan pertama dalam memberikan kontribusi produksi nasional CPO sebesar ± 7 juta ton per tahun atau 25% dari produksi nasional sebesar 28 juta ton. Produksi ini dihasilkan dari luas lahan sawit produktif terbesar seluas ± 2,2 juta ha dengan mayoritas tanaman menghasilkan. Rata-rata produksi CPO per ha mencapai 3,2 ton per tahun, angka ini masih jauh dibawah potensi standar yang kurang lebih 6 ton CPO per ha per tahun

Melihat letak geografis di propinsi ini yang berdekatan dengan propinsi SUMUT, maka menjadi penting untuk waspada terhadap jamur patogen Ganoderma, dimana telah lebih dahulu menginfeksi secara masif di banyak perkebunan Sumatera Utara. Jamur patogen ini mempunyai daya rusak yang luarbiasa apabila telah menginfeksi lahan sawit, dimana kehancuran populasi bisa mencapai 40%-60% apabila tidak dilakukan antisipasi dengan baik. Kalau dahulu diyakini Ganoderma hanya menyerang tanaman generasi tua, namun saat ini fakta menunjukkan infeksi juga terjadi pada tanaman sawit generasi muda, bahkan telah didapati wilayah yang masuk katagori endemik Ganoderna kerusakan tanaman sawit usia 8 tahun sudah mencapai 40%.

Kematian 10 pokok sawit per ha, maka kerugian per tahun bisa dihitung dari kehilangan TBS sebagai berikut : 10 pokok x 200kg TBS/pokok x Rp 1500/kg = 3 juta per ha per tahun. Kalau satu estate 10.000 ha berarti tingkat kerugian mencapai 30 milyar pertahun dan kalau satu propinsi 2,2 juta ha, maka kerugian akibat serangan Ganoderma bisa mencapai 6,6 trilyun per tahun. Saya ingin mengingatkan bahwa ancaman kerusakan populasi akibat Ganoderma ini sangat serius dan untuk itu para pemangku kepentingan atau stakeholders sawit harus duduk bersama berusaha untuk membahas agar ancaman ini bisa diantisipasi dengan baik. Untuk perusahaan korporasi mungkin telah melakukan langkah-langkah penanggulangan, tetapi untuk kebun-kebun rakyat sudah seharusnya pemerintah memberikan sosialisasi tentang resiko dan upaya penanggulangan bekerjasama dengan litbang terkait.

Pangkal persoalan utama merebaknya jamur patogen Ganoderma yang mematikan ini terletak pada kesadaran yang rendah dari pekebun baik korporasi maupun individu tentang kesehatan lahan, hal ini dibuktikan dengan orientasi pekebun selama ini hanya terpusat bagaimana meningkatkan produksi setinggi-tingginya dengan menggunakan agroinput berbasis kimia yang instan tanpa memperhatikan kelangsungan dan keberadaan keragaman hayati dalam tanah, hasil akhir dari akumulasi perlakuan kimia puluhan tahun ini menyebabkan ekosistem tanah rusak, tanah asam dan keras, bahan organik dalam tanah menurun, jumlah dan jenis mikroba menurun tajam, musuh alami jamur patogen musnah yang pada akhirnya menimbulkan tekanan penyakit termasuk busuk pangkal batang akibat jamur patogen Ganoderma semakin merajalela. Jamur patogen ini setelah menginfeksi batang sawit dimana pangkal batang akan busuk dan tumbang karena translokasi air dan hara terputus akibat rusaknya jaringan lignin pada batang tanaman kelapa sawit.

Pelindung Total Tanaman Kelapa Sawit Dari GanodermaDengan kata lain penyebab utama merebaknya infeksi Ganoderma yang dirasakan saat ini hampir bisa dipastikan karena kerusakan agroekosistem dalam tanah perkebunan, dimana musuh alami jamur patogen semakin berkurang akibat tekanan lingkungan termasuk penggunaan produk-produk kimia berlebihan dan berkelanjutan, sementara penyebaran spora Ganoderma melalui air, angin, serangga dan binatang piaraan yang dilepas bebas terus terjadi, bahkan menurut Darmono (2013) sebagai pakar Ganoderma mengatakan bahwa wabah spora Ganoderma sudah seperti “kabut asap” yang siap menginfeksi tanaman sawit dimana saja yang pertahanan musuh alaminya lemah.

Adanya tanaman inang sebelumnya seperti bekas karet, kelapa atau tunggul sawit akibat sistem under planting, akan memperparah tingkat serangan Ganoderma yang selama ini dorman karena menemukan lingkungan untuk berkembang tanpa hambatan musuh alami yang berarti. Musuh alami yang seharusnya dipertahankan dalam jumlah cukup didalam tanah perkebunan adalah keberadaan Trichoderma. Beberapa perkebunan tentu telah menggunakan produk Trichoderma sebagai langkah untuk melakukan tindakan pencegahan, hanya saja efektifitasnya sangat tergantung dengan intensitas serangan, kualitas produk Trichoderma dan sasaran aplikasi.

Kualitas produk Trichoderma yang beredar di pasaran tentu berbeda antara produk yang satu dengan lainnya, harus dipastikan material yang digunakan dalam formulasi mempunyai kualitas yang baik dan mempunyai dampak ganda terhadap kesehatan tanaman, karena walaupun bahan aktifnya sama tetapi kalau material yang digunakan dalam formulasi tidak berkualitas, maka hasilnya tentu akan berbeda.

Sasaran aplikasi produk Trichoderma umumnya diberikan hanya terhadap tanaman yang telah terinfeksi, sedangkan untuk tanaman yang masih sehat justru tidak diberikan perlakuan produk Trichoderma. Hal ini berlawanan dengan substansi pencegahan merebaknya Ganoderma itu sendiri, karena dari perspektif ekosistem seharusnya tanaman yang sehatlah yang harus dilindungi dengan musuh alami yang cukup agar serangan Ganoderma tidak sampai batang, karena kalau Ganoderma sudah menginfeksi batang sawit, hampir bisa dipastikan sawit tidak tertolong, mungkin hanya dapat diperpanjang usianya 6 – 24 bulan.

Dosis produk Trichoderma juga sangat menentukan efektifitas pencegahannya, umumnya digunakan dosis bervariasi antara 300 – 1000 gram per pokok tergantung intensitas serangan, disarankan untuk pokok terinfeksi dapat diberikan dosis 1000 gram per pokok, sementara tanaman yang sehat dapat diberikan dosis 300 – 500 gram per pokok.

Lahan kebun sawit RIAU walaupun sebagian besar tanahnya kelas-1 tetapi kalau tidak sehat, maka intensitas serangan Ganoderma tidak dapat dihindari, atau tanah tersebut layak disebut tanah SUBUR tetapi TIDAK SEHAT. Hal ini tidak terlepas dari orientasi pekebun yang hanya bertumpu pada produksi tanpa memperhatikan kesehatan lahan, ini terbukti dari penggunaan agroinput berbasis kimia secara masif dan terus-menerus selama puluhan tahun sampai dengan saat ini, sehingga kerusakan ekosistem sudah sedemikian parah, sehingga sangat logis kalau keragaman hayati dalam tanah menurun tajam termasuk musuh alami Trichoderma, dari keadaan inilah maka potensi infeksi Ganoderma akan semakin masif kalau tidak segera muncul kesadaran bahwa PENYEHATAN TANAH menjadi sangat penting untuk segera dilakukan.

rizkiagro.com | Supplier Produk Pupuk dan Pestisida Organik Perkebunan dan Pertanian

Biofungisida Terampuh Untuk Kendalikan Ganoderma Pada Kelapa Sawit Dan Jamur Patogen Lain

Dari pemaparan diatas disimpulkan bahwa munculnya Ganoderma yang sudah membuat pelaku kebun harus waspada adalah karena tanah sebagai media tumbuh sawit sudah TIDAK SEHAT lagi, maka seharusnya pekebun mulai merubah pola perlakuan terhadap tanahnya yaitu tidak hanya memasukkan musuh alami produk Trichoderma ke dalam tanah tetapi juga harus sudah berani menggantikan sebagian pupuk kimia dengan pupuk organik-mikroba berbasis pH tinggi yang berkualitas (30%-50%) dan mengembalikan semua janjang kosong ke kebun dalam bentuk kompos, dengan demikian dalam jangka panjang tanah akan semakin subur, efisiensi serapan hara semakin tinggi dan tekanan penyakit semakin menurun karena keragaman hayati semakin meningkat. Puncak kesuburan tanah dari perlakuan produk Trichoderma, pupuk organik-mikroba dan kompos janjang kosong dalam jangka panjang adalah ditandai dengan munculnya makro fauna cacing dipiringan dan gawangan, dan ini tentu selain mampu mempertahankan potensi produksi juga menjadikan tanah dan tanaman SUBUR dan SEHAT.

Pesan