Mari kenali gejala serangan Ganoderma boninense pada sawit “Ganoderma ancaman mengerikan bagi pekebun sawit”… part 1

Mari kenali gejala serangan Ganoderma boninense pada sawit “Ganoderma ancaman mengerikan bagi pekebun sawit”… part 1

Posted by on May 2, 2017 in Berita

Ganoderma merupakan patogen tular tanah yang sekarang telah banyak menyerang hampir di seluruh perkebunan yang ada di Indonesia, bukan hanya lingkup lahan pribadi, Ganoderma juga menyerang kebun-kebun milik korporasi-korporasi besar. Ganoderma memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Spora Ganoderma mampu bertahan hidup pada tunggul-tunggul kayu selama 25-30 tahun. Tunggul-tunggul ini menjadi sumber inokulum Ganoderma, sehingga atas dasar inilah, pada setiap kegiatan replanting, tunggul-tunggul ini harus dibersihkan dan dibongkar habis, bila perlu dilakukan proses pencacahan atau chiping.

Ganoderma merupakan jamur yang lemah. Ganoderma menjadi dominan di lahan dikarenakan terjadinya ketidakseimbangan agroekosistem pada lahan dan tanaman. Selain itu, penyebab lainnya adalah berkurangnya jamur antagonis sebagai musuh alami Ganoderma seperti Trichoderma akibat rendahnya kandungan bahan organik tanah dan pengggunaan herbisida yang kurang bijaksana. Media penyebaran Ganoderma dapat melalui kontak akar, udara, air dan serangga pembawa. Serangga vektor pembawa spora Ganoderma yang telah ditemukan di Sulawesi Barat dan Tengah adalah Eumorphus spp. (Endomychidae, Coleoptera). Ganoderma tidak hanya menyerang pada pangkal batang (bassal stem rot), tetapi juga pada busuk pangkal atas (upper stem rot). Pada intinya, Ganoderma akan lebih mudah menyerang pada kondisi lahan yang miskin unsur hara, miskin bahan organik dan miskin jamur antagonis.

Serangan Ganoderma pada sawit menurut Susanto et al., (2002), dapat menyebabkan berkurangnya populasi hingga 60-80%. Serangan Ganoderma juga dapat menurunkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) hingga 80%. Selain sawit, Ganoderma juga memiliki kisaran yang luas pada karet, kelapa, kakao, tanaman hutan seperti akasia dan teh. Ganoderma akan memakan jaringan lignin pada sawit sampai keseluruhan jaringan rusak dan pada tahap akhir, Ganoderma akan memunculkan tubuh buah atau Basidiocarp nya. Bersambung…

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *