Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Dampak Penggunaan Pupuk Organik Yang Kurang Matang

Dampak Penggunaan Pupuk Organik Yang Kurang Matang

Diposting pada 12 December 2021 oleh Roni Suprianto / Dilihat: 427 kali / Kategori:

Sobat RAS. Penggunaan pupuk organik sudah berkembang pesat di Indonesia. Kesadaran akan bahayanya pupuk kimia yang bisa menimbulkan banyak dampak negatif jika digunakan terus menerus, mulai dari kerusakan struktur tanah, rusaknya ekosistem lingkungan dan dampak bagi kesehatan manusia. Kesadaran akan dampak tersebut pupuk organik menjadi alternatif yang dipilih para petani dan planter saat ini.

Definisi pupuk organik menurut American Plant Food Control Officials (AAPFCO) adalah bahan yang mengandung karbon dan satu atau lebih unsur hara selain H dan O yang esensial untuk pertumbuhan tanaman.  Sedangkan menurut USDA National Organic Program adalah semua pupuk organik yang tidak mengandung bahan terlarang dan berasal dari bahan alami yaitu dari tanaman atau hewan, sewage sludge, dan bahan non organik tidak termasuk.

Menurut USEPA, pupuk organik adalah manure atau kompos yang diaplikasikan ke tanaman sebagai sumber unsur hara (Funk 2014).  Berbagai definisi diatas pada intinya adalah bahwa pupuk organik mengadung unsur karbon dan unsur hara lainnya yang berkombinasi dengan karbon.

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah
melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral, dan/atau mikroba yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011)

Seperti yang kita ketahui, untuk membuat pupuk organik harus melalui beberapa proses yaitu proses biologi, kimiawi dan fisis terlebih dahulu. Proses ini memerlukan waktu berminggu-minggu sampai pupuk bisa dikatakan matang siap untuk digunakan. Namun bagaiman jika kamu menggunakan pupuk organik yang Kurang matang? Yuk simak penjelasanya dibawah ini.

1. Mengandung Unsur Hara yang Rendah

Tujuan pemberian pupuk organik adalah untuk menambah kandungan unsur hara yang sudah ada dalam tanah dan kemudian dimanfaatkan oleh tanaman untuk kesuburan dan perkembangan tanaman. Pupuk yang belum matang memiliki kandungan unsur hara yang rendah.  Jadi apabila kamu mengaplikasian pupuk organik yang belum matang mengakibatkan pertumbuhan tanamanmu terhambat sehingga bisa menjadi layu dan mati.

2. Tanaman Kekurangan Nitrogen dan Oksigen

Pupuk organik yang belum matang akan terus mengalami proses pembusukan lanjutan bahan organik oleh mikroorganisme pengurai tanah. Microorganisme tentunya memerlukan nitrogen dan oksigen untuk metabolismenya.  Mikroba mengambil nitrogen dan oksigen yang tersediaa dalam tanah yang seharusnya dimanfaatkan oleh tanaman.  Apabila kekurangan unsur tersebut cukup parah, maka metabolisme tanamanmu akan terganggu dan tanaman kamu akan mengalami defisiensi nutrisi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Sama seperti halnya manusia yang butuh oksigen begitu juga dengan tanamanmu.

3. Tanaman Terkena Patogen

Aktivitas microorganisme dalam proses pembuatan pupuk organisme mengakibatkan peningkatan suhu pada bakal pupuk.  Suhu yang panas ini akan mematikan bakteri-bakteri seperti patogen dan gulma sehingga pupuk menjadi steril.  Jika kamu menggunakan pupuk organik yang belum matamg tentukan bakteri patogen, jamur serta gulma akan ada pada pupuk organikmu sehingga bisa merugikan tanamanmu karna mengjambat pertumbuhan tanamn.

4. Tanaman Mengalami Keracuran

Amoniak yang dihasilkan oleh microorganisme pada pupuk yang belum matang akan menimbulkan bau yang menyengat dan tidak sedap serta bersifat beracun untuk tanaman.  Selain itu, pupuk tersebut juga mungkin mengandung asam organik dan fenol sebagai akibat dari proses penguraian bahan organik yang tidak sempurna. Kedua asam ini juga bersifat toksik untuk tanaman

5. Proses Metabolisme Tanaman Terganggu.

Setelah diaplikasikan, proses penguraian pada pupuk organik yang belum matang akan tetap berlanjut.  Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa dalam proses pembuatan pupuk organik ada peningkatan suhu yang terjadi.  Hal ini dapat menyebabkan suhu tanah juga meningkat akibatnya metabolisme tanaman terganggu dan proses penyerapan unsur hara juga terhambat hingga akhirnya tanaman menjadi layu dan mati.

Demikianlah dampak yang ditimbulkan apabila kamu mengaplikasikan pupuk organik yang kurang matang pada tanamanmu.  Semua berakibat pada dampak negatif, untuk itu kamu harus berhati-hati dan pastikan pupuk organik yang akan kamu gunakan sudah matan dan siap untuk diaplikan pada tanaman.

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Dampak Penggunaan Pupuk Organik Yang Kurang Matang

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Dampak Penggunaan Pupuk Organik Yang Kurang Matang

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin 1
● online
Admin 2
● online
Admin 1
● online
Halo, perkenalkan saya Admin 1
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: